ANALISIS PENGARUH OPERATIONAL LDR, BOPO, NPL TERHADAP ROA (STUDI KASUS PADA BANK BUMN PERIODE 2013-2017)

of 7

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
PDF
7 pages
0 downs
14 views
Share
Description
Indonesia merupakan negara yang menganut sistem keuangan berdasarkan bank (sistem bank). Berbeda dengan negara yang menganut sistem keuangan berbasis pasar, perusahaan di Indonesia bergantung pada bank untuk pendanaan eksternalnya. Karakteristik dari
Tags
Transcript
    ANALISIS PENGARUH OPERATIONAL LDR, BOPO, NPL TERHADAP ROA (STUDI KASUS PADA BANK BUMN PERIODE 2013-2017)   SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan mata kuliah Metodologi Penelitian Oleh : Indah Nuristaviani Dwiastuti 15101121 UNIVERSITAS TRILOGI Program Studi Manajemen S1 Jakarta 2018  1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.   Latar   Belakang   Indonesia merupakan negara yang menganut sistem keuangan berdasarkan  bank (sistem bank). Berbeda dengan negara yang menganut sistem keuangan  berbasis pasar, perusahaan di Indonesia bergantung pada bank untuk pendanaan eksternalnya. Karakteristik dari sistem bank adalah tingginya tingkat utang  perusahaan yang mengakibatkan tingginya kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Sistem bank juga menyebabkan sektor riil sangat rentan terhadap kinerja industri perbankan (Wijantini, 2008). Penilaian terhadap kinerja suatu bank dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangnya. Laporan keuangan bank berupa neraca memberikan informasi kepada pihak di luar bank, misalnya bank sentral, masyarakat umum, dan investor, mengenai gambaran posisi keuangannya, yang lebih jauh dapat digunakan pihak eksternal untuk menilai besarnya resiko yang ada  pada suatu bank. Laporan laba rugi memberikan gambaran mengenai  perkembangan bank yang bersangkutan. Pengukuran tingkat kesehatan bank harus dilakukan oleh semua bank baik bank konvensional maupun bank syariah karena terkait dengan kepentingan semua pihak terkait, baik pemilik, pengelola (manajemen) bank, masyarakat pengguna jasa bank, Bank Indonesia selaku otoritas  pengawasan bank, dan pihak lainnya. Informasi mengenai kondisi suatu bank dapat digunakan oleh pihak-pihak tersebut untuk mengevaluasi kinerja bank dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap ketentuan ketentuan yang  berlaku dan manajemen resiko. Sistem perbankan merupakan suatu sistem yang saling berhubungan dan terkait, kegagalan suatu bank tidak hanya menyebabkan masalah pada individual  bank. Kegagalan suatu bank akan dapat menimbulkan efek domino dalam industri  perbankan. Kegagalan pada industri perbankan (bank failure) pada gilirannya akan menimbulkan kegagalan pada sektor perusahaan (corporate failure), yaitu akan terjadi hambatan dalam penyelesaian pembayaran (payment settlement). Kegagalan  pada indutri perbankan akan berdampak negatif terhadap seluruh sistem (systemic risk) perekonomian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rasio keuangan terbukti berperan dalam penilaian kinerja bank, termasuk risiko yang menyertai dalam kegiatan usaha  bank. Pendapatan (keuntungan), dalam beberapa penelitian umumnya diproksikan dengan menggunakan rasio keuangan Return on Asset (ROA). ROA dipilih sebagai variabel dependen dalam penelitian ini. Banyak faktor yang mempengaruhi ROA antara lain: BOPO (Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional) , NPL(  Non  Performance Loans) , LDR(  Loan to Deposit Ratio).    2 1.2.   Rumusan Masalah 1.   Apakah rasio LDR berpengaruh terhadap ROA pada Bank BUMN ? 2.   Apakah rasio BOPO berpengaruh terhadap ROA pada Bank BUMN ? 3.   Apakah rasio NPL berpengarh terhadap ROA pada Bank BUMN ? 1.3.   Tujuan Penelitian  1.   Mengetahui rasio dari LDR terhadap pengaruh ROA pada Bank BUMN. 2.   Mengetahui rasio dari BOPO terhadap pengaruh ROA pada Bank BUMN. 3.   Mengetahui rasio dari NPL terhadap pengaruh ROA pada Bank BUMN. 1.4.   Hipotesa Penelitian Berdasarkan landasan teori dan kerangka pemikiran teoritis yang ada, maka hipotesis dari penelitian ini : 1.   H1 : Rasio LDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. 2.   H2 : Rasio BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. 3.   H3 : Rasio NPL berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. 4.   H4: Diduga rasio CAR, NPL, dan LDR berpengaruh secara simultan terhadap ROA pada Bank BUMN. 1.5.   Landasan Teori a)   Pengertian Bank Bank merupakan lembaga keuangan yang mempunyai fungsi sebagai lembaga intermediasi. Pengertian bank menurut UU No. 10 tahun 1998: Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak  .  M enurut. H. Malayu S.p Hasibuan “Bank adalah lembaga keuangan berarti Bank adalah badan usaha yang kekayaan terutama dalam bentuk asset keuangan (Financial Assets) serta bermotivasi profit dan juga sosial, jadi bukan mencari keuntungan saja. Ikatan Akuntan Indonesia (2004) adalah lembaga yang berperan sebagai  perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan  pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Sedangkan Siamat (2005) mengatakan  bahwa bank adalah badan usaha yang kegiatannya menghimpun dana dalam  bentuk simpanan yang merupakan sumber dana bank dan menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat dengan tidak hanya memikirkan keuntungan sebesar- besarnya juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  b)   Variabel dan Pengukurannya Variabel yang digunakan dalam penelotian ini sebagai berikut: 1.    Return on Assets (ROA)  adalah salah satu rasio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. ROA mampu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan  3 keuntungan pada masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang.   Sistem CAMEL yang diterapkan Bank Indonesia menghitung ROA  berdasarkan perbandingan laba sebelum pajak dan rata-rata total aset. Dalam  penelitian ini ROA digunakan sebagai indikator  performance atau kinerja  bank. ROA menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan mengoptimalkan asset yang dimiliki. ROA dapat dirumuskan sebagai berikut (Dendawijaya, 2009) ROA = Laba Bersih Setelah Pajak Total Aktiva 2.    Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO)  adalah kelompok rasio yang mengukur efisiensi dan efektivitas operasional suatu  perusahaan dengan jalur membandingkan satu terhadap lainnya. Berbagai angka  pendapatan dan pengeluaran dari laporan rugi laba dan terhadap angka-angka dalam neraca. BOPO  = Biaya Operasional Pendapatan Operasional Rasio BOPO adalah rasio perbandingan antara biaya operasional dengan  pendapatan operasional. Rasio BOPO digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalammelakukan kegiatan operasinya. Semakin besar BOPO maka akan semakin kecil atau menurun kinerja keuangan perbankan. Begitu juga sebaliknya, jika BOPO semakinkecil, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan perbankan semakin meningkat atau membaik. Mengingat kegiatan utama bank pada prinsipnya adalah bertindak sebagai perantara, yaitu menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, maka biaya dan pendapatan operasional bank didominasi oleh biaya bunga dan hasil bunga. Setiap  peningkatan biaya operasional akan berakibat pada berkurangnya laba sebelum  pajak yang pada akhirnya akan menurunkan laba atau profitabilitas bank yang  bersangkutan (Dendawijaya, 2003). 3.    Non Performance Loans (NPL)  adalah tingkat pengembalian kredit yang diberikan deposan kepada bank dengan kata lain NPL merupakan tingkat kredit macet pada bank tersebut. NPL diketahui dengan cara menghitung Pembiayaan  Non Lancar Terhadap Total Pembiayaan. Apabila semakin rendah NPL maka  bank tersebut akan semakin mengalami keuntungan, sebaliknya bila tingkat NPL tinggi bank tersebut akan mengalami kerugian yang diakibatkan tingkat  pengembalian kredit macet.  NPL = Total NPL Total Kredit x 100% x 100% x 100%  4  NPL merupakan persentase jumlah kredit bermasalah (kriteria kurang lancar, diragukan, macet) terhadap total kredit yang disalurkan bank (Siamat, 2005) . NPL mencerminkan rasio kredit. Semakin kecil NPL maka semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung oleh pihak bank. Bank dalam melakukan kredit harus melakukan analisis terhadap kemampuan debitur untuk membayar kembali kewajibannya. Setelah kredit diberikan,  bank wajib melakukan pemantauan terhadap penggunaan kredit serta kemampuan dan kepatuhan debitur dalam memenuhi kewajibannya. Bank melakukan peninjauan dan pengikatan terhadap agunan untuk memperkecil risiko kredit (Ali, 2004) . 4.    Loan to Deposit Ratio (LDR)  adalah suatu pengukuran tradisional yang menunjukkan deposito berjangka, giro, tabungan, dan lain-lain yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman (loan requests) nasabahnya. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas. Rasio yang tinggi menunjukkan  bahwasuatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau realtif tidak likuid (illiquid). Sebaliknya rasio yang rendah menunjukkan bank yang likuid dengan kelebihan kapasitas dana yang siap untuk dipinjamkan (Latumaerissa,1999:23). LDR disebut juga rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga yang digunakan untuk mengukur dana pihak ketiga yang disalurkan dalam bentuk kredit. LDR = Kredit Dana Pihak Ketiga Ratio menurut peraturan pemerintah maksimum adalah 110 %”. Rasio ini  juga digunakan untuk menilai likuiditas suatu bank yang dengan cara membagi  jumlah kredit yang diberikan oleh bank terhadap dana pihak ketiga. Semakin tinggi ratio ini, semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar. Kredit yang diberikan tidak termasuk kredit kepada bank lain sedangkan untuk dana pihak ketiga adalah giro,tabungan,simpanan berjangka,sertifikat deposito. Semakin tinggi LDR, dan kemungkinan terjadi resiko kredit macet semakin tinggi  pula. 1.6.   Metode Penelitian    Variabel Dependen Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROA.    Variable Independen Variabel independen yang digunakan untuk penelitian ini adalah Rasio yang terdiri dari BOPO, NPL dan LDR. a)   Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder  berupa time series  untuk seluruh variabel penelitian yaitu  Return on Assets  (ROA), Capital Adequacy Ratio  (CAR),  Non Performing Loan  (NPL), dan  Loan x 100%
Related Search
Similar documents
View more...
Advertisements
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks