Syarat hadis Shosih.docx

of 15

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
PDF
15 pages
0 downs
3 views
Share
Description
Syarat hadis Shosih.docx
Tags
Transcript
   Syarat –      Syarat Hadis Shohih “Ditujukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri ”   Mata Kuliah : Hadis Dosen : Azhar , SHI, MA. Jurusan : Tarbiyah - PAI (I-C ) Di susun Oleh Kelompok : 7 Dera Fazira SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM JAM’IYAH MAHMUDIYAH TANJUNG PURA - LANGKAT TAHUN PERIODE : 2016- 2017  i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah swt karena berkat rahmat Nya penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.Makalah ini merupakan makalah Hadis yang membahas “ Syarat  –   Syrarat hadis Shahih ” .Secara khusus pembahasan dalam makalah ini diatur sedemikian rupa sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan mata kuliah. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam  penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi . oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak dosen mata kuliah HADIS Bapak    Azhar,SHI,MA . yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas makalah ini. 2. Orang tua, teman dan kerabat yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas makalah ini selesai. Kami sadar, bahwa dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak kesalahan.Untuk itu kami meminta maaf apabila ada kekurangan. Kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca guna meningkatkan kualitas makalah penulis selanjutnya. Kebenaran dan kesempurnaan hanya Allah-lah yang  punya dan maha kuasa .Harapan kami, semoga makalah yang sederhana ini, dapat memberikan manfaat tersendiri bagi generasi muda islam yang akan datang, khususnya dalam bidang Hadis Tanjung Pura, Oktober, 2016 Penyususun ( Dhea Rizki Insani.R)  ii DAFTAR ISI   KATA PENGANTAR ............................................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii BAB I ...................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 1 C. Tujuan Pembahasan ........................................................................................ 1 BAB II ..................................................................................................................... 2 PEMBAHASAN ..................................................................................................... 2 A. Pengertian Hadits Shahih ............................................................................. 2 B. Syarat  –  syarat hadist shohih ......................................................................... 3 BAB III ................................................................................................................. 11 PENUTUP ............................................................................................................. 11 A. Kesimpulan ................................................................................................ 11 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 12  1 BAB I PENDAHULUAN  A.   Latar Belakang   Hadis merupakan sumber ajaran islam yang kedua sesudah Al- Qur’an, secara resmi ditulis dan dikumpulkan dalam suatu kitab pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Abdul Azis oleh karena itu ummat islam wajib menjadikan hadits sebagai pedoman dalam segala aktifitas, baik dalam segala aktifitas maupun dalam pengabdiannya sebagai hamba Allah maupun khalifah di muka  bumi ini. Dari tahun wafatnya Rasulullah SAW, sampai tahun ditulisnya hadits, sangat memungkinkan munculnya pemalsuan-pemalsuan hadits. Hal inilah yang mendorong ulama untuk mencari dan mengumpulkan hadits-hadits. para ulama dalam melakukan penelitian menitikberatkan perhatiannya pada sanad dan matan hadits. Oleh karena itu para ulama menetapkan kaedah kaedah yang berkenaan dengan kedua hal tersebut sebagai syarat diterimanya suatu hadits. Suatu hadits dikategorikan shahih apabila memenuhi ketentuan-ketentuan atau kaedah-kaedah keshahihan sanad dan matan hadits. Oleh sebab itu penulis akan memaparkan tulisan ini dengan judul “  Syarat-syarat hadits shahih “  untuk  pengetahuan lebih lanjut.  B. Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian dari hadist shohih ? 2. Bagaimanakah syarat-syarat dari hadist shohih ? C. Tujuan Pembahasan 1. Untuk mengetahui Apakah pengertian dari hadist shohih ? 2. Untuk mengetahui Bagaimanakah syarat-syarat dari hadist shohih ?  2 BAB II   PEMBAHASAN   A.   Pengertian Hadits Shahih   Sebelum masuk pada sub pembahasan utama, yakni mengenai syarat-syarat dari hadis shohih yang akan di paparkan perinciannya setelah ini, maka tentunya akan lebih mudah di pahaminya, setelah kita mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu hadis shohih, dan bagaimana pengertiannya. Kata Shahih ا  dalam bahasa (etimology)diartikan orang sehat antonim dari kata as-saqim ا  orang yang sakit. jadi pada dasarnya, yang dimaksud hadits shahih adalah hadits yang sehat dan benar tidak terdapat penyakit dan cacat .  1   ا   و   ذوا      خو         ك   ض   طا   لا      ه   ا         hadits yang muttasil (bersambung) sanadnya, diriwayatkan oleh orang adil dan dhobith(kuat daya ingatan) sempurna dari sesamanya, selamat dari kejanggalan (syadz), dan cacat (‘ilat).   Hadis sahih berarti hadis yang bersih dari cacat, hadis yang benar berasal dari Rasulullah SAW. Sebagaimana para ulama telah menyepakati kebenarannya,  bahwa hadits shahih merupakan hadits yang bersambung sanadnya yang diriwayatkan oleh rawi yang adil dan dhabit rawi lain yang (juga) adil dan dhabit sampai akhir sanad, dan hadits itu tidak janggal serta tidak cacat (illat).   Shahih menurut lughat adalah lawan dari “  saqim ” artinya sehat lawan sakit, hak lawan bathil. Menurut ahli hadits, hadits shahih adalah hadits yang sanadnya  bersambung, dikutip oleh orang-orang adil lagi cermat dari orang yang sama, sampai berakhir pada Rasulallah SAW, bukan hadits yang syadz (kontroversi) dan terkena ‘illat yang menyebabkan cacat dalam menerimanya.   Dan hadist shohih di bagi menjadi 2 macam, yakni   Para ulama hadis membagi hadis shahih menjadi dua macam:   1  Nawir Yuslem, Ulumul Hadits .(Jakarta:PT. Mutiara Sumber Widya.2003)Hlm.218
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks