ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KREDIT DAN INSTRUMEN DERIVATIF PADA PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk

of 4

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
PDF
4 pages
0 downs
0 views
Share
Description
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KREDIT DAN INSTRUMEN DERIVATIF PADA PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk
Transcript
  ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KREDIT DAN INSTRUMEN DERIVATIF PADA PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk . Nurjanah Alawiyah Universitas Trilogi 1.   LATAR BELAKANG Bank adalah lembaga keuangan yang berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana dari dan ke masyarakat untuk meningkatkan pelayanan kepada para nasabah tanpa mengabaikan etika perbankan. Salah satu layanan atau kegiatan utama bank adalah menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa perkreditan merupakan aktivitas terbesar pada perbankan. PT. Bank Pundi Indonesia Tbk. (BEKS), dahulu bernama PT. Bank Eksekutif Internasional Tbk., beroperasi pada perbankan komersil (non-Forex). Sebagai perbankan komersil, Kegiatan BEKS meliputi pengumpulan dana, penyaluran dana dan biaya berdasarkan  pendapatan. Kegiatan utama bank andalah pengumpulan dana dari pihak ketiga, yang akan disalurkan, dalam bentuk pinjaman, kepada ritel atau institusi. Pada tanggal 29 Juli 2016, pergantian nama bank yang berkode emiten BEKS ini telah mendapatkan surat keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 12/KDK.03/2016 tentang  penetapan penggunaan izin usaha atas nama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. Sehingga Bank Pundi resmi berganti nama menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mulai awal Agustus 2016. Fasilitas kredit yang diberikan ditujukan kepada pengusaha mikro kecil dan menengah UMKM, kredit consumer dan kredit pegawai. Dalam menyalurkan kreditnya kepada masyarakat PT Bank Pundi Indonesia Tbk tidak terlepas dari resiko kredit. Risiko kredit adalah risiko yang terjadi karena kegagalan atau ketidakpastian debitur dalam memenuhi atau mengembalikan kewajibannya (Ghozali, 2007:121). Tidak hanya risiko kredit, tetapi  juga risiko terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing maupun tingkat bunga. Adanya risiko-risiko yang dihadapi Bank inilah yang menjadi tolak ukur dalam tingkat kinerja Bank untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko, terutama risiko pasar karena perubahan yang terjadi tidak dapat dihindari tetapi dapat dikurangi risikonya dengan menggunakan instrument derivatif. Oleh karena itu, Bank menggunakan Instrumen derivatif untuk meminimalisir kemungkinan risiko yang akan terjadi, khususnya pada PT Bank Pundi Indonesia Tbk.    2.   TUJUAN PENULISAN Menentukan dan menganalisis instrument derivatif untuk mengatasi risiko kredit pada PT Bank Pundi Indonesia Tbk. 3.   PEMBAHASAN Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, Bank wajib menerapkan Manajemen Risiko secara efektif baik untuk Bank secara individual maupun untuk Bank secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak. Tujuan utama Manajemen Risiko untuk Risiko Kredit adalah untuk memastikan bahwa aktivitas penyediaan dana Bank tidak terekspos pada Risiko Kredit yang dapat menimbulkan kerugian pada Bank.    jika dilihat berdasarkan laporan keuangan Juni 2014, rasio kredit bermasalah atau non  performing loan (NPL) Gross Bank Pundi memang sudah sedikit menurun dari 8,41% di bulan Juni 2013 menjadi 7,56% di bulan Juni 2014. Sedangkan NPL Net meningkat menjadi 4,89% dari sebelumnya 4,76%.   masih tingginya kredit macet Bank Pundi karena kesulitan dalam penyaluran kredit mikro yang porsinya sangat besar di Bank Pundi. Namun pada kuartal 1 2017 Bank Pundi Indonesia Tbk. yang sekarang telah menjadi bagian dari PT Pembangunan Daerah Banten Tbk. mencatat rasio kredit  bermasalah (NPL) yang cukup tinggi yaitu tercatat NPL kotor Bank berkode BEks ini mencapai 5,2%. Lalu Pt Direktur utama BPD Banten mengatakan turunnya harga komoditas menyebabkan beberapa debitur mengalami kesulitan dalam membayar cicilan. Namun untuk mengatasi NPL tersebut Bank Banten telah mempunyai  beberapa jurus. Yang pertama dengan melakukan penjualan asset bermasalah utamnya mikro ke beberapa bank atau lembaga. Selaitu itu cara kedua adalah dengan teteap mengupayakan penagihan kepada debitur. Proses penerapan manajemen risiko akan lebih efektif apabila dilakukan bersama dengan pelaksanaan prinsip tata kelola yang  baik (Good Corporate Governace). Pengelolaan resiko kredit dirancang untuk menjaga independensi dan proses penilaian risiko, serta diversifikasi risiko kredit. Dalam pemberian kredit komite kredit memastikan terlebih dahulu batas minimum  pemberian kredit, cakupan jaminan, fasilitas kredit dan dokumentasi atau tinjauan lapangan sehingga keputusan yang dibuat dapat lebih maksimal. Namun untuk mengatasi NPL tersebut Bank Pundi Indonesia Tbk. yang kini bernama BPD Banten telah mempunyai beberapa jurus. Yang pertama dengan melakukan penjualan asset   bermasalah utamnya mikro ke beberapa bank atau lembaga. Selaitu itu cara kedua adalah dengan teteap mengupayakan penagihan kepada debitur. Risiko Pasar adalah Risiko pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar, termasuk Risiko perubahan harga option . Risiko Pasar meliputi antara lain Risiko suku bunga, Risiko nilai tukar, Risiko ekuitas, dan Risiko komoditas. Tujuan utama Manajemen Risiko untuk Risiko Pasar adalah untuk meminimalkan kemungkinan dampak negatif akibat perubahan kondisi pasar terhadap aset dan permodalan Bank. 4.   REKOMENDASI Rekomendasi yang dapat diberikan untuk Bank Pundi Indonesia Tbk. dalam menerapkan manajemen resiko kredit yaitu dengan menggunakan instrument derivatif yang sebaiknya mampu untuk meminimalisasi risiko yang ada karena melihat pergerakan ekonomi saat ini yang sangat dinamis yaitu dengan Forward dan SWAP. 5.   KESIMPULAN Bank Pundi Indonesia Tbk. tergolong Bank yang tidak sehat karena sempat mengalami kredit macet yang cukup tinggi karena kesulitan penyaluran kredit mikro yang porsinya sangat besar akibatnya Bank Pundi Indonesia Tbk, diakuisisi oleh BPD Banten karena mengalami kerugian. Dengan meningkatkan kualitas dalam hal penerapan manajemen risiko dan instrument derivatif pada Bank Pundi Indonesia Tbk maka kegiatan transaksi yang dilakukan perusahaan kemungkinan risikonya rendah sehingga nasabah aman dalam kegiatan transaksi dan mempunyai persepsi yang baik terhadap Bank Pundi Indonesia Tbk. 6. REFERENSI 1)   Kisman, Z  . Model For Overcoming Decline in Credit Growth (Case Study of Indonesia with Time Series Data 2012M1-2016M12).  Journal of Internet Banking and Commerce.Vol.22, No. 3,2017. 2)   Kisman, Z., & Shintabelle Restiyanita, M. The Validity of Capital Asset Pricing Model (CAPM) and Arbitrage Pricing Theory (APT) in Predicting the  Return of Stocks in  Indonesia Stock Exchange. American Journal of Economics, Finance and  Management Vol. 1, No. 3, 2015, pp. 184-189  3)   Kisman, Z. Disappearing Dividend Phenomenon: A Review of Theories and  Evidence.Transylvanian Review. Vol XXIV, No. 08,2016. 4)   Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum 5)   http://keuangan.kontan.co.id/news   6)   https://www.emis.com 7)   https://finance.detik.com
Related Search
Advertisements
Similar documents
View more...
Advertisements
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks