Proposal Disertasi (S3) terkini.doc

of 40

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
PDF
40 pages
0 downs
9 views
Share
Description
Proposal Disertasi (S3) terkini.doc
Tags
Transcript
  BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah Etika merupakan salah satu bidang keilmuan yang sudah dikenal sejak zaman Socrates. 1  Etika   adalah sebentuk gagasan yang merumuskan tentangkelaziman tertentu yang seharusnya dilakoni oleh manusia dalamkehidupannya. Dengan kata lain, etika, sebagai cabang filsafat,membicarakan soal-soal praktis kehidupan. Menurut ichard !indsay, adadua bentuk pertanyaan etika" yaitu bagaimana  seharusnya  manusia berprilaku#, dan apakah ada kebenaran obyektif   moralitas# $  Dua pertanyaan di atas menyangkut dua bentuk etika, yaitu etikanormatif   dan meta-etika . %da banyak macam etika yang kini semakin spesifik dalam berbagai disiplin ilmu, misalnya etika kedokteran, etika bisnis, etika profesi dan sebagainya. %gama pun demikian. %gama, yang memiliki sistemetika sendiri, menja&ab sekaligus dua pertanyaan ichard !indsay di atas.Etika agama juga bersifat praktis. 'ebenaran objektif etika agama terletak  pada reward and punishment  -nya. Sebelum melangkah kepada etika dalam konteks keagamaan, khususnya(slam ) seperti dalam pembahasan penelitian ini, perlu terlebih dahuludijelaskan &acana etika di dunia *arat. %da + tiga mazhab besar filsafat etika*arat" ertama,  Hedonism  )yang menganggap /kenikmatan0 sebagai ukuranetis. 'edua, adalah ukum Moral)rinsip 2ni3ersalitas dan 'emanusiaansebagai tujuan dan bukan sekadar sarana, tokohnya adalah (mmanuel 'ant 1 !ihat, '. *ertens, Sejarah Filsafat Yunani 4ogyakarta5 'anisius, 1666, h. 178. 2 Dikutip dari %. 9. *a:irshahi, /Dasar-Dasar 9ilai Moral5 Studi 'omparatif atasandangan %llamah ;habathaba<i dan %yatullah Muthahhari0 dalam  Jurnal Al-Huda , =olume ( 9omor $, $77$, h. 68. 1  18$>- 1?7>. Dan ketiga, adalah ealisasi Diri @  self virtue  sebagai tujuan,dengan tokohnya lato dan %ristoteles. +  (stilah umanisme di kemudian hari banyak dipengaruhi oleh pemikiran (mmanuel 'ant yang menganggap bah&aukuran etis adalah yang sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.ersoalan etika merupakan persoalan kemanusiaan uni3ersal yangsenantiasa muncul dalam setiap dimensi ruang dan &aktu. (tulah sebabnyadalam setiap kurun &aktu tertentu muncul tokoh yang memperjuangkantegaknya nilai-nilai etika di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. > Memasuki era modern, persoalan etika tetap menjadi bagian pentingdari sekian banyak persoalan kemanusiaan yang senantiasa harus dicermatisecara serius. Sebab seiring dengan modernitas, kemajemukan pluralitasmanusia-pun semakin meningkat. Dunia modern kemudian memunculkankonsep-konsep etika tertentu, namun juga sebaliknya dapat mencabut alasan-alasan untuk sungguh-sungguh menerima konsep-konsep tersebut.Modernitas membutuhkan suatu etika, moralitas tertentu atau malah membuatetika atau atau moralitas menjadi mustahil. A *ila dicermati, perkembangan budaya masyarakat modern adalahmasyarakat yang cenderung menjadi sekuler. ubungan antara anggotamasyarakat tidak lagi atas dasar atau prinsip tradisi atau persaudaraan, tetapilebih pada prinsip-prinsip fungsional-pragmatis dan ekonomis. (mbasnya 3 !ihat arold . ;itus, Marilyn S. Smith, dan ichard ;. 9olan,  Persoalan-Persoalan Filsafat  , enerjemah" M. asjidi Bakarta5 *ulan *intang, 16?>, h. 1>8 @ 1A>. 4 ;ermasuk di dalamnya adalah diutusnya para 9abi dan asul. Di antara tujuan penegakannilai-nilai etika tersebut adalah untuk ter&ujudnya keharmonisan hidup manusia. 'eharmonisanini penting mengingat kondisi manusia yang sangat majemuk, baik dari segi kultur, bahasa, ras,agama, maupun pola pikir dan prilakunya, pen. 5 oss ole,  Morality and Modernity !ondon5 outledge C 'egan aul, 1661, h. 1. $  adalah terjadinya pemudaran faktor ;uhan atau agama dalam pertimbangan perilaku umat manusia.  engingkaran terhadap faktor ;uhan dalam kehidupan keseharian ini bukan tanpa resiko. esiko yang datang menghadang adalah krisis etika ataumoral. idup kemudian terasa tidak bermakna sekalipun secara materialmelimpah dan tercukupi kebutuhan fisik. %rtinya dampak modernisasi yang paling terasa adalah degradasi moral. 8  Manusia modern tampaknya tidak lagimemikirkan aspek etika dalam berbagai aspek kehidupannya. Di sisi lain sebagian masyarakat *arat yang sudah jenuh dengankehidupan amoral, merasa perlu untuk kembali pada kehidupan yang bermoral. %kan tetapi tampaknya mereka sudah tidak percaya lagi padaagama, yang menurut mereka telah kehilangan artinya dan telah kehilangankekuatan untuk dapat menyelesaikan masalah kehidupan manusia. Sehingganilai-nilai kehidupan tidak perlu bersumber dari suatu yang adi alami ;uhan, melainkan dari dalam diri manusia sendiri. ?  Di sini tampaknya etikamemiliki dimensi penting untuk dapat dijadikan alternatif dalam menja&abatau mengatasi degradasi manusia modern tersebut. Melihat gejala di atas tampaknya kajian terhadap etika dapat dipakaisebagai alternatif untuk memberikan ja&aban-ja&aban terhadap kebutuhanmoral-spiritual kemanusiaan. Dengan pertimbangan etika, kemungkinanorang tidak akan terjebak kepada hal-hal yang lahir saja tetapi biasamenyeimbangkan dengan yang lain, yakni moralitas agama. Di sinilah letak hubungan antara etika dan agama, di mana keduanya memberikan solusikeseimbangan dan harmonisasi antara lahir dan batin. 6 ;aufik %dnan %mal enyunting,  Metode dan Alternatif eo-Modernisme !slam Fa"lur  #ahman *andung5 Mizan, 16?8, h. 1+. 7  !bid$% h. 1. 8 Bhon !. Esposito ed.,  !dentitas !slam Bakarta5 *ulan *intang, 16?, h. $$+-$$>. +  Dalam &acana keagamaan)selain kitab suci)ada /sosok0 pentingsebagai pengemban nilai-nilai etika ini, yakni 9abi dan asul. Setiap 9abi danasul yang dikirim di tengah-tengah kehidupan manusia mempunyai misiutama untuk menegakkan nilai-nilai etika. Secara tegas, %l:uran menunjukkan bah&a penegakan etika yang diemban nabi Muhammad sa&. misalnya, adalahmenyangkut tugas kemanusiaan yang uni3ersal, yaitu sebagai rahmat bagisekalian alam. 6 Di kalangan intelektualitas muslim, salah seorang tokoh di era modernyang sangat intens membicarakan etika adalah azlur ahman 1616-16?? M"seorang akademisi (slam dari akistan. azlur ahman dididik dan dibesarkandalam tradisi keagamaan (slam yang kuat dan dunia keilmuan *arat yang kritis.engembaraan intelektualitasnya akhirnya mengantarkan azlur ahmanmenjadi salah seorang tokoh neo-modernisme (slam dengan &acana yang bersifat humanitarianistik dan sarat dengan pemikiran yang liberal, tetapi tetapotentik sekaligus historis. 17 Ferakan neo-modernisme (slam sebagaimana diperankan azlur ahman hadir untuk mengkritisi dan sekaligus mengapresiasi aliran-aliran pemikiran (slam yang lain yang timbul dalam perjalanan sejarah umat (slam,serta juga pemikiran yang berkembang di *arat. Munculnya gerakan modernisme klasik  , 11  pada pertengahan abad G(G yang bersifat lebih terbuka 9 HI JKL INOI PQ R T KI UQVI WXYL ZIN[I PQ \IVQ]I N^I_I  `.S. al-%nbiya $15 178. 10  eo-modernisme muncul sebagai ja&aban terhadap kekurangan atau kelemahan yangterdapat pada gerakan-gerakan (slam yang muncul sebelumnya, yaitu revivalisme    pra-modernis%modernisme klasik%  dan neo-revivalisme$ %dapun ciri-ciri neo-modernisme  adalah sikapnya yangliberal, kritis sekaligus apresiatif terhadap &arisan pemikiran (slam dan *arat sekaligus. 'elompok ini juga menekankan pentingnya ijtihad yang sistematis dan komprehensif. !ihat %bd. %<la,  &ari eo-Modernisme ke !slam 'iberal( Jejak Fa"lur #ahman dalam )a*ana !slam di !ndonesia Bakarta5 aramadina, $77+, h. 1. 11 'arakteristik modernisme klasik adalah keterbukaannya terhadap gagasan-gagasan dari*arat, selain juga meneruskan ijtihad yang digagas kelompok revivalisme pra-modernis$ 'elompok revivalisme pra-modernis menekankan sikap prihatin yang mendalam terhadap>  terhadap *arat)dan karena itu lebih apresiatif kepada intelektualisme) masih terbentur kepada dua kelemahan mendasar.  Pertama% kelompok ini belum mengelaborasi secara tuntas metode yang dikembangkannya.  +edua% masalah-masalah yang menjadi fokus perhatiannya adalah merupakanmasalah juga bagi dunia *arat. al ini me-ninggalkan kesan kuat bah&akelompok modernis bersikap westerni"ed kebarat-baratan, 1$  yangmenimbulkan reaksi dengan munculnya gerakan lain yang bernama  neo-revivalisme$ , Sebagai gerakan yang reaktif, gerakan neo-revivalisme  tidak menerimametode dan semangat modernisme klasik. Meskipun dalam realitasnyakelompok ini menerima masalah-masalah substantif yang diangkat gerakanmodernis, misalnya ide demokrasi, tapi penerimaan mereka masih lebih bersifat keterpaksaan. 'elompok ini juga tidak mampu mengembangkansuatu metodologi apapun, sehingga mereka kesulitan untuk merumuskantujuan mereka secara jelas dan akurat. Selain itu, mereka juga tidak dapatmengembangkan perangkat intelektual yang diperlukan untuk menegaskandan menemukan posisi mereka, yang membuat mereka ter-perangkap dalamsikap yang serba bingung. 1>  Dalam kondisi yang demikian, kelompok inisangat sulit diharapkan dapat mena&arkan solusi yang tuntas dan memuaskanterhadap masalah-masalah aktual yang dihadapi umat. kemerosotan sosio-moral masyarakat (slam, menghimbau untuk kembali kepada (slam yang asli, perlunya ijtihad dan jihad. !ihat %bd. %<la,  !bid$% h. $-?. 12  !bid$% h. $. 13  !bid$% h. $7. Ferakan ini bernuansa reaktif terhadap segala yang berasal dari *arat irikhas gerakan neo-revivalisme  terletak pada usahanya untuk membedakan (slam dari *arat. 14 azlur ahman, (slam5 hallenges and ppurtunities0, dalam %lford ;. elch dan .hahia eds.,  !slam( Past !nfluen*e and Present .hallen/e Edinburg5 Edinburg 2ni3ersity ress,1686, h. +$$-+$+. A
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks