SM

of 11

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
PDF
11 pages
0 downs
5 views
Share
Description
SM
Transcript
  󰀱 PERKEMBANGAN SEKAA JANGER KOLOK DI DESA BENGKALA, KUBUTAMBAHAN, BULELENG PERIODE 1998-2011 Oleh: Ni NyomanMurni Ari Pertiwi (NIM. 0814021015) (email : aripertiwi@gmail.com) WayanSugiartha*) JurusanPendidikanSejarah, UniversitasPendidikanGanesha ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kubutambahan, Desa Bengkala bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor melatarbelakangi Sejarah munculnya Seka Janger Kolok , (2) Nilai-nilai yang terkan dung dalam Seka Janger Kolok, (3) Dinamika dan Eksistensi Seka Janger Kolok di Desa Bengkala. Langkah-langkah yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: (1) Lokasi Penelitian, (2) Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data (observasi, wawancara, Teknik Studi Dokumen), (4) Kritik Sumber, (5) Interprestasi, (6) Penulisan Sejarah. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 1) Bagaimana Sejarah munculnya Seka Janger Kolok di Desa Bengkalameliputi; Seka, Keunikan, Nyanyian, dan Tradisi, 2) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam Seka Janger Kolok di Desa Bengkala meliputi; Nilai Pertunjukan, NilaiHiburan, NilaiReligius, Nilai Mempertebal Rasa Solidaritas, Nilai Komunikasi, Nilai Berkesenian, Nilai Estetika, Nilai Sosial, 3) bagaimana Dinamika dan Eksistensi Seka Janger Kolok meliputi; Budaya, Kesenian, dan Bahasa. Tarian Janger Kolok menggunakan pakaian dari tahun 1970 sampai 1980 sampai sekarang sudah berubah dengan perubahanjaman, sekarang janger kolok pakaiannya lebih komplit jangernya menggunakan gelungan, kamen, kepet, selendang, dan lain-lain, kemudian kecaknya memakai udeng, rompi, saput, dankamen. Lagu yang digunakan pada saat pementasan yaitu lagu don dadap, dan jangi janger dan tahun 1970 sampai sekarang.  󰀲 Kata Kunci :Sejarah Seka Janger Kolok, Nilai-nilai Seka Janger kolok, Dinamika dan Eksistensi Seka Janger Kolok. ABSTRACT The research was conducted in the District Kubutambahan, Bengkala Village aims to determine (1) the factors underlying history of Seka Janger Kolok, (2) The values contained in Seka Janger Kolok, (3) Dynamics and Existence SekaJangerKolok at Bengkalavillage . The steps used to collect the data, are: (1) Location Research, (2) Determination of the informant, (3) Data Collection Techniques (observation, interview, Technical Study Document), (4) Criticism Sources, (5) interpretation, (6) Writing History. The results illustrate that 1) How does the emergence of Seka Janger History Kolok Bengkala village include; Seka, uniqueness, Songs, and Traditions, 2) What values contained in Seka Janger Bengkala Kolok in the village include; Value Performance, Entertainment Value, Value religious, sense of solidarity Thickens Value, Value Communication, artistic value, aesthetic value, social value, 3) how the dynamics and the existence of Seka Janger Kolok include: Culture, Arts, and Language. Kolok Janger dance wear clothing from 1970 to 1980 and now has changed with changing times, now more complete Janger kolok clothes jangernya using coil, Kamen, kepet, scarves, etc., then kecaknya udeng wear, vests, saput, and Kamen . The song is used when staging the song don dadap, and Jangi Janger from 1970 to the present. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang MasyarakatBali menggolongkan kesenian menjadi tiga golongan yakni seni wali, seni bebali, danseni balih-balihan.Seni wali adalah tarian sakral  󰀳 dan hanya dipentaskan pada saat upacara Dewa Yadnya (upacara persembahan untuk Ida Sang Hyang Widi) di pura, seperti Tari Sanghyang, Baris gede, Rejang.Seni bebali adalah tarian sakral dan dipentaskan dalam kaitan dengan upacara keagamaan tertentu.Seni pertunjukan Bali yang hingga kini masih aktif meliputi berbagai jenis tarian, teater atau drama, wayang, dan janger (Dibia, 1999:1). Di Bali, tari janger muncul dari seorang seniman yang bersal dari Bona, Gianyar pada tahun 1930 tidak diketahui pasti siapa seniman tersebut, sehingga tari  janger menyebar keseluruh Bali sampai saat ini. Tari janger sendiri merupakan perpaduan antara tari kecak, yang diiringi gambelan Batel (Tetamburan) yang dilengkapi sepasang Gender Wayang. Munculnya tari janger khususnya di Kabupaten Buleleng Desa Bengkala merupakan sebuah pencetusan ide kreatif dari masyarakat yang ingin mengapresiasikan seninya. Keinginan yang kuat dari para seniman untuk mengarumkan nama Bengkala dan bakat seni yang dimiliki yang pada akhirnya mereka membentuk suatu sekaha janger yang bernama  Janger Kolok. Kesenian janger di Buleleng yang diusung Bengkala khususnya sangat berbeda kesenian janger pada umumnya yang berasal dari Bali Selatan baik dari segi bahasa dan penataan panggung. Seka  janger yang berasal dari Buleleng menggunakan bahasa yang sangat unik yaitu dengan menggunakan bahasa kolok, dan disuguhi dengan penggunaan dekorasi pada setiap pementasan yang sangat apik.Sehubungan dengan hal itu maka dalam kesempatan ini penulis ingin mengkaji tentang keberadaan kesenian  janger kolok dengan judul penelitian “ Perkembangan Sekaa Janger Kolok  Di Desa Bengkala,kubutambahan,Buleleng Periode 1998-2011”. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sejarah Munculnya Seni Pertunjukan Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan akan selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perubahan ini didasarkan atas  󰀴 pandangan manusia yang selalu dinamis dalam konsep, proses, dan hasil karya berkesenian.Adapun pengertian seni adalah seni dapat diartikan sebagai media komunikasi untuk berekspresi, menyampaikan pesan, dan tanggapan manusia terhadap rangsangan dari lingkungan.Hal ini disebabkan karena sepanjang kehidupan manusia, seni selalu hadir sebagai unsur kebudayaan yang penting.Hal ini disebabkan seni sebagai karya ekspresi yang tinggi sehingga mampu merefleksikan secara simbolik kehidupan batiniah.(Yunus, 1994:83). Manusia mempunyai kebutuhan dasar yang pada akhirnya mendorong manusia untuk berkreasi menciptakan seni dan karya-karya sendiri, maupun karya orang lain. Kesenian sendiri muncul dari kreativitas manusia dan juga keinginan untuk mencapai sarana-sarana atau tujuan-tujuan tertentu. 2.1.1 Kebudayaan Bali Kebudayaan Bali sesungguhnya menjunjung tinggi nilai-nilai keseimbangan dan harmonisasi mengenai hubungan manusia dengan Tuhan (  parhyangan ), hubungan sesama manusia (  pawongan ), dan hubungan manusia dengan lingkungan (  palemahan ), yang tercermin dalam ajaran Tri Hita Karana (tiga penyebab kesejahteraan). 2.1.2   Bagian-Bagian Seni Secara teoritis seni dapat dibagi menjadi dua yaitu:(1). Seni yang murni estetikseperti halnya lukisan dan (2). Seni terapan atau seni yang di pakaiseperti halnya kursi, akan di bentuk berbagai persyaratan yang berhubungan dengan pemakaiannya. 2.1.3   Pengertian Janger Janger merupakan jenis tarian pergaulan, terutama bagi muda-mudi, yang sangat populers di Bali yang dilakukan oleh sekitar 10 pasang muda-mudi.Selama tarian berlangsung kelompok penari wanita (janger)  dan kelompok penari pria ( kecak)  menari dan menyanyi bersahut-sahutan.Pada umumnya lagu-lagunya bersifat gembira sesuai dengan alam kehidupan mereka.Gambelan yang bisa dipakai mengiringi tari janger disebut  Batel (Tetamburan) yang dilengkapi sepasang Gender wayang .     2.1.4   Asal usul Janger Tak diketahui secara pasti dari mana tari kecak berasal dan dimana pertama kali berkembang, namun pada suatu macam kesepakatan pada masyarakat Bali kecak pertama kali berkembang menjadi  󰀵 seni pertunjukan di Bona, Gianyar, sebagai pengetahuan tambahan kecak pada awalnya merupakan suatu tembang atau musik yang dihasil dari perpaduan suara yang membentuk melodi yang biasanya dipakai untuk mengiringi Tari Sanghyang  yang disakralkan.  2.2 Nilai-nilai yang terdapat dalam Janger 2.2.1 Nilai-nilai Religi Seni mengandung sifat religius magis, seperti yang diungkapkan oleh rasyidi, pada awalnya seni timbul dari keperluan manusia pada kekuatan sang gaib, dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (1975:92). 2.2.2Nilai-nilai Agama Dalam budaya Bali, kesenian dan keagamaan yang saling berkaitan.Peristiwa sering kali sulit untuk dipisahkan dengan peristiwa keagamaan.Masyarakat Bali memiliki bermacam-macam jenis seni pertunjukan yang berakar pada agama dan budaya Hindu yang telah tumbuh dan berkembang sebagai ciri khas masyarakat Bali. 2.2.3   Nilai-nilai Sosial  a.   Aspek Nilai Hiburan b.   Aspek Seni Untuk Mempertebal Rasa Solidaritas Sosial c.   Aspek Seni sebagai Sarana Komunikasi 2.3 Dinamika dan Eksitensi Janger 2.3.1 Dinamika Seni Sumber seni dan nilai-nilai yang lainnya seperti ketentraman, sensualitas, perspektif, komposisi, struktur, norma,gerak, kasih, keindahan, daya cipta, dan integritas (Lubis, 1993:52) yang mana nilai-nilai tersebut terakumulasi dalam bentuk seni sebagai hasil daya cipta. Dinamika adalah segala perubahan dalam tari karena adanya variasi - variasi di dalam tari tersebut.Variasi berupa pengguna tenaga dalam gerak, tempo, tinggi, rendah (level), pergantian posisi penari serta perubahan suasana.Dinamika tari memberikan kesan tarian menarik, tidak membosankan, dan tidak terkesan menoton. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Setiap penelitian tentu harus menggunakan suatu metode untuk mempermudah cara kerja (Pageh, 2008: 2). Lebih lanjut, dalam Pageh (2008) dijelaskan ada beberapa metode yang
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks