URGENSI DAN TUJUAN STUDI ISLAM Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas kelompok

of 6

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
PDF
6 pages
0 downs
3 views
Share
Description
Di susun oleh kelompok 2 : Taslim Batubara Hakimi Arsya Saragih
Transcript
  URGENSI DAN TUJUAN STUDI ISLAM Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah Metodologi Studi Islam Dosen Pengampu : Dr. H. Muhammad Rozali, MA Di susun oleh kelompok 2 : 1.   Taslim Batubara 2.   Hakimi Arsya Saragih Prodi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara 2017  2 PEMBAHASAN A.   Urgensi dan Tujuan Studi Islam 1.   Pengertian Studi Islam Secara etimologi merupakan dari bahasa Arab Dirasah Islamiyah. Dalam kajian Islam di Barat disebut Islamic Studies secara harfiyah adalah kajian tentang hal-hal yang  berkaitan dengan keislaman. Secara terminologis adalah kajian secara sistematis dan terpadu untuk mengetahui, memakai dan menganalisis secara mendalam hal-hal yang  berkaitan dengan agama Islam, pokok-pokok ajaran Islam, sejarah Islam maupun realit`s  pelaksanaannya dalam kehidupan. Islamikatnya membawa ajaran yang bukan hanya mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. sumber ajaran yang mengambil berbagai aspek ialah Al-Qur'an dan Hadits. Kedua sumber ini sebagai pijakan dan pegangan dalam mengakses wacana pemikiran dan membumikan praktik penghambaan kepada Tuhan,  baik bersifat teologis maupun humanistis 1 . Islam secara harfiyah berasal dari bahasa Arab yang mengandung arti selamat, sentosa dan damai. Arti pokok Islam adalah ketundukan, keselamatan dan kedamaian. Maka studi Islam diarahkan pada kajian keislaman yang mengarah pada 3 hal : 1.  ` Islam yang bermuara pada ketundukan/berserah diri, berserah diri artinya pengakuan yang tulus bahwa Tuhan satu-satunya sumber ntoritas yang serba mutlak. Keadaan ini membawa timbulnya pemahaman terhadap orang yang tidak patuh dan tunduk sebagai wujud dari penolakan terhadap fitrah dirinya sendiri. 2.   Islam dapat dimaknai yang mengarah kepada keselamatan dunia dan akhirat sebab ajaran Islam pada hakekatnya membina dan membimbing manusia untuk berbuat kebajikan dan menjauhi semua larangan dalam kehidupan di dunia termasuk kehidupan akhirat. 3.   Islam bermuara pada kedamaian manusia harus hidup berdampingan dengan makhluk hidup yang lain bahkan berdampingan dengan alam raya. Dengan demikian kedamaian harus dilakukan secara utuh dan multi dimensi. 1   Muhaimin,  Kawasan dan Wawasan Studi Islam (  Jakarta:Kencana,2005) hal.2  3 Dari 3 dimensi di atas studi Islam mencerminkan gagasan tentang pemikiran dan  praktis yang berrnuara pada kedudukan Tuhan, selamat di dunia akhirat dan berdamai dengan makhluk lain. Dengan demikian studi Islam tidak hanya bermuara pada wacana  pemikiran tetapi juga pada praktis kehidupan yang berdasarkan pada perilaku baik dan  benar dalam kehidupan. 2.   Urgensi Studi Islam Di era perang pemikiran atau  ghawzul fikri  seperti ini, para muslim seakan diguncang oleh deburan paham-  paham “asing” yang seakan menggeserkan nilai -nilai kehakikian Islam. Banyak para muslim yang memang notabennya selalu mengerjakan ibadah shalat, puasa Ramadhan dan mengeluarkan zakat, tergelincir pada paham-paham sekuler bahkan liberal. Umat Islam saat ini berada dalam kondisi problematis, saat ini umat Islam masih berada dalam posisi termarginalkan (pinggir) dan lemah dalam aspek kehidupan sosial budaya yang harus berhadapan dengan dunia modern yang maju dan canggih untuk itu umat Islam harus melakukan gerakan pemikiran yang menghasilkan konsep yang cemerlang dan operasional untuk mengantisipasi perkembangan tersebut. Jika umat Islam hanya berpegang pada ajaran Islam penafsiran ulama - ulama Islam terdahulu yang merupakan warisan turun temurun yang dianggapnya sudah paling  benar, maka mereka mengalami kemandekan intelektual, melalui pendekatan yang  bersifat objektif rasional studi Islam mampu memberi alternatif dari kondisi tersebut 2 . Umat manusia dan peradabannya saat ini sedang berada dalam keadaan yang problematis,  pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah membuka era baru dalam  perkembangan budaya dan peradaba umat manusia yang dikenal dengan era globalisasi. Pada era ini ditandai dengan semakin dekatnya jarak dengan hubungan serta komunikasi antar bangsa dan budaya umat manusia. 2  http://komunitaskalikidang.blogspot.co.id/2011/08/pengantar-metodologi-studi-islam.html  4 a.   Munculnya Perbedaan Pandangan Antara Insider (Muslim) dan Outsider (Non Muslim) Sebelum lebih jauh membahas problem insider dan outsider maka akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian insider dan outsider. Insider adalah para pengkaji agama yang berasal dari agamanya sendiri (orang dalam). Sedangkan outsider adalah para  pengkaji non Muslim yang mempelajari Islam dan menafsirkannya dalam berbagai analisis dan pembacaan dengan metodologi tertentu (orang luar). Problem insider dan outsider muncul pasca jatuhnya kejayaan Islam, lalu ilmu pengetahuan pindah ke Barat. Dari sini orang-orang Barat kemudian mulai mempelajari Islam yang pada akhirnya muncul kajian orientalisme. Pada saat itu studi Islam di Barat didorong oleh kebutuhan akan kekuasaan koloni untuk belajar dan memahami masyarakat yang mereka kuasai. Sehingga studi Islam di Barat juga perlu diuji. b.   Umat Islam Saat ini Berada dalam Kondisi Problematik Seperti yang kita ketahui, saat ini umat Islam berada dalam posisi yang terpinggirkan dan lemah dalam berbagai aspek kehidupan, sementara di sisi lain dunia terus berkembang dengan modernisasinya. Di satu sisi, jika umat Islam hanya berpegang  pada ajaran-ajaran Islam hasil penafsiran ulama terdahulu yang dianggap sebagaia ajaran yang sudah mapan, sempurna, dan paten, serta tidak ada keberanian untuk melakukan kajian ulang, berarti umat Islam mengalami kemandegan intelektual dan akan berdampak  pada masa depan yang suram. Sementara jika mereka bersikap kritis dan berani melakukan pembaharuan rasional guna menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman, mereka akan dituduh sebagai umat yang tidak lagi setia dengan ajaran Islam dari  pendahulunya. Melalui pendekatan yang bersifat objektif rasional, studi Islam diharapkan mampu memberikan alternatif pemecahan masalah atau jalan keluar dari kondisi yang  problematik tersebut. Studi Islam diharapkan dapat mengarah dan bertujuan untuk mengadakan usaha-usaha pembaharuan dan pemikiran kembali ajaran-ajaran Islam, agar mampu beradaptasi dan menjawab tantangan serta tuntutan zaman, dengan tetap  berpegang teguh pada sumber dasar ajaran Islam yaitu Al-Quran dan As-Sunnah.  5 3.   Tujuan Studi Islam Pentingnya studi Islam adalah untuk melihat Islam dari berbagai sudut pandang  baik dari sudut normativitas ajaran wahyu yang dibangun, diramu, dibakukan dan ditelaah melalui doktrin teologis. Sedangkan historisitas keberagaman ditelaah melalui  berbagai sudut pendekatan keilmuan sosial keagamaan yg bersifat multidisipliner baik lewat pendekatan historis, psiklogis, sosiologis, Cultural, maupun antropologis 3 . Bagi umat Islam, mempelajari Islam mungkin untuk memantapkan keimanan dan mengamalkan ajaran Islam, sedangkan bagi non muslim hanya sekedar diskursus ilmiah,  bahkan mungkin mencari kelemahan umat Islam dengan demikian tujuan studi Islam adalah sebagai berikut: 1.   untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran Islam agar mereka dapat melaksanakan dan mengamalkan secara benar, serta menjadikannya sebagai  pegangan dan pedoman hidup. Memahami dan mengkaji Islam direfleksikan dalam konteks pemaknaan yang sebenarnya bahwa Islam adalah agama yang mengarahkan  pada pemeluknya sebagai hamba yang berdimensi teologis, humanis, dan keselamatan di dunia dan akhirat. Dengan studi Islam, diharapkan tujuan di atas dapat di tercapai. 2.   Mendalami tentang hakikat Islam, seperti yang kita ketahui bahwa Islam adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, berupa undang-undang serta aturan-aturan hidup, sebagai petunjuk bagi seluruh manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian hidup di dunia dan di akhirat. 3.   Mendalami terhadap sumber dasar ajaran Islam, Yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah. 4.   Mendalami terhadap pokok-pokok isi ajaran islam yaitu akidah, ibadah, dan muamalah 3   Akhmad Taufik dkk,  Metodologi Studi Islam, Bayumedia Publishing, Malang, 2004, hal:10  
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks